::Telepon Meja Pensiun::

30 05 2007

Makin populernya penggunaan telepon seluler saat ini membuat banyak perusahaan mulai berpikir menggunakannya sebagai perangkat komunikasi utama. Apalagi kini muncul handset yang memiliki kemampuan koneksi Internet nirkabel (wireless-fidelity/Wi-Fi) serta perangkat ponsel dual-mode kombinasi teknologi GSM dan CDMA untuk komunikasi suara dan data–menjadikan ponsel peranti populer untuk menghubungkan para pekerjanya.Betapa tidak, untuk pegawai yang lebih banyak berada di lapangan ada ponsel dual-mode yang dapat bekerja dengan IP PBX (Internet protocol private branch exchange) untuk fitur nomor ekstensi. Di dalam kantor pun ponsel ini bekerja baik dengan pengalihan ke jaringan Wi-Fi.Alasan lain adalah fitur ponsel yang tak didapati pada telepon meja tradisional, seperti sejarah panggilan, pesan teks, dan beragam tipe nada panggil. Selain itu, komputer meja dalam jaringan perusahaan juga bisa dilengkapi dengan aplikasi softphone–program yang memungkinkan membuat panggilan telepon via koneksi Internet–yang menambah alternatif bagi telepon meja.Dalam ajang pameran dagang Interop, di Las Vegas, Amerika Serikat, pekan ini, perdebatan tentang apakah perusahaan sudah saatnya memensiunkan telepon meja merebak. Menurut Ken Dulaney, analis mobility Gartner Inc., “Telepon meja, teknologi yang berumur 50 tahun itu, seharusnya tak ada di sini.” Lagi pula, “Semua panggilan telepon meja diteruskan ke ponsel,” dia menambahkan.Dalam perkiraan Alan Weckel dari Del’Oro Group Inc., pasar telepon Internet akan mengalami ledakan tahun-tahun mendatang ini. Menurut firma riset itu, tahun lalu telepon Internet terjual 11,3 juta dan akan meningkat menjadi 34 juta unit pada 2010. Pertumbuhan itu datang dari penjualan softphone dari 2,6 juta menjadi 8,6 juta. Sementara itu, ponsel Wi-Fi banyak diserap pasar vertikal, seperti rumah sakit, yang menerapkan larangan pemakaian ponsel.

Namun, telepon meja tak begitu saja pensiun. Setidaknya pengalihan ini tak secepat mesin ketik digantikan oleh komputer. Ini dikarenakan, menurut perhitungan IDC, ada sekitar 500 juta unit yang telah diinstalkan. Dulaney dari Gartner juga percaya kalau butuh waktu 5-7 tahun bagi telepon nirkabel untuk menggantikan telepon kabel di kantor-kantor.

Alasan lainnya, menurut para analis dan pengguna, karena telepon kabel masih cenderung memiliki kualitas suara yang lebih baik ketimbang telepon nirkabel. Bahkan, dalam beberapa kasus, telepon kabel memiliki lebih banyak fitur sistem telepon ketimbang pesaingnya. Sementara itu, untuk softphone, masalah realibilitas komputer dan waktu startup menjadi isu utama.

Bagi pengguna, kondisi persaingan antara ponsel dan telepon kabel ini menguntungkan. Pilihan terbaik akan sangat bergantung pada kebutuhan pengguna dan setelannya. Misalnya telepon dual-mode plus komputer jinjing dengan softphone bagi pegawai yang kerap bepergian. Sedangkan untuk pegawai kantor cukup telepon terdedikasi. – pcworld | internetnews | computerworld | voip-news | tempo


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar